Membaca tulisan Rm. I Ketut Adi Hardana MSF (Sekretataris Uskup Keuskupan Palangkaraya) tanggal 21 Maret 2015 tentang Pelayanan berbasis data : Gereja yang selalu berubah (http://www.mirifica.net/2015/03/21/pelayanan-berbasis-data-gereja-yang-selalu-berubah-1/) ternyata ini sama dengan situasi yang sekarang sedang dilakukan oleh Gereja Paroki Roh Kudus Surabaya.
Berbagai cara pendataan umat dengan menggunakan sarana teknologi informasi (komputer) sudah dilakukan sejak 2008 awal Gereja Paroki Roh kudus berdiri. Akhirnya pada bulan Mei tahun 2015 menggunakan program database umat yang dikoordinir oleh Keuskupan Surabaya sampai dengan saat ini.
Program database umat ini belum sempurna tapi sudah sangat membantu dalam pelayanan pastoral.
Data sensus umat yang terkumpul dipakai untuk dasar input detail umat pada tahun 2015 telah diselesaikan dengan baik oleh sekretariat paroki. Dengan berjalannya waktu ternyata pada awal tahun 2016 data tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan jumlah dan keadaan umat. Misalnya adanya kelahiran, kematian, jumlah balita yang belum dibaptis, perpindahan umat yang masuk maupun keluar paroki, dan sebagainya.
Update data umat adalah solusi(jalan keluar) yang harus segera dijalankan supaya database yang sudah ada tetap bisa digunakan sebagai pelayanan pastoral.
Ada beberapa hal yang dilakukan bersama untuk mengatasi hal tersebut antara lain :
- Pembukaan Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki Pleno (DPPP) September 2016, Rm Alexius Kurdo Irianto Pr., menyampaikan gerakan pastoral kembali berbasis lingkungan.
- Pembukaan Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki Pleno (DPPP) September 2017, Rm Yohanes Wayan Marianta SVD., menyampaikan pentingnya data umat untuk pelayanan pastoral di lingkungan, wilayah, paroki
- Pembekalan para kaling dan kawil Maret 2018, antara lain penggunaan database untuk pelayanan pastoral di masing-masing lingkungan
- Pembukaan Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki Pleno (DPPP) September 2018, Rm. Don Bosco Karnan Ardijanto Pr., Membangun semangat solidaritas dan subsidiaritas dalam pelayanan
- Sekretaris DPPH bekerjasama dengan sekretariat paroki menginfokan kembali dataumat kepada masing-masing pengurus inti lingkungan (ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara) secara berkala sebagai crosscheck (periksa ulang) apakah data yang ada sesuai dengan kondisi di masing-masing lingkungan. Pada awalnya 4 bulan sekali, menjadi 2 bulan sekali dan sekarang 1 bulan sekali.
- Pertemuan rutin bulanan ( tiap Rabu ke-3) selama tahun 2018 dengan para Ketua Lingkungan, yang selalu memprioritaskan membuat profil lingkungan berdasarkan database yang ada untuk melakukan pelayan pastoral di masing-masing lingkungan.
- Para pengurus inti lingkungan sesegera mungkin mengupdate perubahan data umat ke sekretariat paroki.
Siapapun yang melakukan pelayanan harus berani mengalami pertobatan dan perubahan.
Gereja yang selalu berubah adalah gereja yang siap mengubah diri menjadi lebih baik, mau belajar, berkorban, rendah hati dalam bimbingan ROH KUDUS dan selalu dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS.
Berkah Dalem GUSTI YESUS.