Paroki Roh Kudus

Paroki Roh Kudus

Renungan

Home / Renungan
Paroki Roh Kudus

Hukum Cinta Kasih di Atas Segalanya

Renungan Hari Minggu Biasa VI / A

Mal 3:1-4 ; Ibr 2:14-18 ; Luk 2:22-40

 

Yesus datang untuk menyempurnakan hukum, bukan dengan menambah banyak peraturan sampai sekecil-kecilnya, supaya setiap aspek kehidupan kita diatur dan ditentukan oleh hukum. Yesus menyempurnakan hukum itu dengan menampilkan maksud terdalam dari hukum itu dalam rencana dan pikiran Allah. Tuhan Yesus di dalam bacaan Injil membuka wawasan kita untuk memahami makna cinta kasih yang benar yang melebihi segala hukum yang ada. Cinta kasih adalah perintah baru yang Tuhan Yesus ajarkan bagi kita semua. Cinta kasih yang meminta pengorbanan diri dan kerendahan hati yang terus menerus dan dari saat ke saat atau setiap waktu.

Tuhan Yesus menggenapi hukum itu. Hukum yang lama memang sudah baik tetapi ditafsirkan secara harafiah oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat untuk popularitas hidup mereka. Mereka hanya berpegang teguh pada hukum tetapi mengabaikan inti dari hukum yakni cinta kasih dan keadilan sosial. Itu sebabnya Yesus mengatakan bahwa siapa yang melakukan hukum dengan baik akan mendapat tempat yang tinggi di dalam Kerajaan, sedangkan yang tidak melakukannya atau salah mengajarkannya akan mendapat tempat yang paling rendah dalam Kerajaan.

Untuk mempertegas pengajaran-Nya, Yesus mengingatkan para muridNya: “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Para ahli Taurat dan kaum Farisi sudah mengajarkan hukum Taurat secara harafiah tetapi mereka tidak melakukan dan salah mengajarkannya kepada orang lain. Mereka menuntut banyak hal tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Itu sebabnya Yesus juga mengingatkan para murid-Nya untuk mengikuti pengajaran mereka tetapi tidak mengikuti sikap hidup atau perbuatan mereka” (Mat 23:3). Cinta kasih dan keadilan memang haruslah diperjuangkan dan dilakukan di dalam hidup.

Contoh-contoh yang diangkat Yesus dalam pengajarannya juga membuka wawasan kita untuk memahami lebih dalam ajaran cinta kasih sebagai hukum atau perintah baru. Hukum lama sudah mengajarkan dan Yesus menyempurnakannya. Semua hal yang diajarkan Yesus sebenarnya sudah diingatkan juga dalam dunia Perjanjian Lama. Penulis Kitab Putra Sirakh menegaskan bahwa setiap orang memiliki kemerdekaan untuk menepati perintah-perintah Tuhan di dalam hidupnya. Ya, hidup itu suatu anugerah dan semua orang diajak untuk memilih kebaikan-kebaikan sehingga hidupnya semakin berarti. Kalau ada api dan air yang ditempatkan di depan kita, hidup atau mati, apa kiranya pilihan anda yang tepat? Ingat, Tuhan memiliki kuasa dan mata-Nya selalu tertuju kepada orang-orang benar. Ia tidak menghendaki kefasikan, Ia juga tidak mengijinkan manusia untuk berbuat dosa.

St. Paulus dalam bacaan kedua mengingatkan kita semua bagaimana menjadi pengikut Kristus yang bahagia. Segala kejahatan di atas dunia tidak akan menunutun kepada kebahagiaan. Roh Kuduslah yang membuka wawasan umat beriman untuk bertumbuh dalam kasih. Bagi Paulus, sebelum dunia dijadikan Tuhan sendiri sudah menyediakan hikmat bagi kemuliaan kita. Ia berkata: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”. Sabda Tuhan pada hari Minggu ini, mengingatkan kita untuk bertumbuh dalam kasih. Cinta kasih itu segalanya. Berkat Tuhan dalam cinta-Nya menyertai kita. Amin.

- Dominikus Beda Udjan, SVD -